PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR

Authors

  • Susilawati Susilawati Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia Author
  • Meilisa Luthfiah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia Author

Keywords:

Environmental Factors, Diarrhea, Toddlers, Coastal Areas

Abstract

Background: Environmental factors and maternal personal hygiene are related to the incidence of diarrhea. One of them is the presence of vectors caused by poor sanitation and SPAL and CTPS. Purpose: This literature review aims to determine the relationship between environmental factors and maternal personal hygiene with the incidence of diarrhea. Method: The method used in writing a literature review is a traditional literature review. Data sources come from Google Scholar and the Garuda portal in the 2015-2020 period. The keywords used are "diarrhea incidence, environmental factors and maternal personal hygiene". After screening, there were 22 reference articles. Results: The results showed that there were 18 out of 22 journals which concluded that environmental factors were one of the causes of diarrhea, 13 of 22 journals concluded that maternal personal hygiene was one of the causes of diarrhea. The dominant maternal environmental and personal hygiene factors trigger the incidence of diarrhea, namely sanitation, SPAL and CTPS. Bad CTPS is more dominant in causing diarrhea with an OR value of 6.985. Conclusion: Conclusion of this literature review is that the causes of diarrhea in toddlers are more dominated by sanitation conditions, SPAL and one of the mothers' personal hygiene, namely poor CTPS. Good CTPS is using soap and running water when washing hands. Therefore, improving sanitation, SPAL and good application of CTPS is one way to minimize the incidence of diarrhea

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, Berta. 2015. “Faktor Lingkungan Berhubungan Dengan Kejadian Diare Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Muaradua Kabupaten Oku Selatan.” Syifa’ MEDIKA: Vol. 15 No 1/2022 |60 Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan 5(2):99. Depkes RI. 2000. Buku Pedoman Pelaksanaan Program P2 Diare. Jakarta

Dini, Fitra, Rizanda Machmud, and Roslaili Rasyid. 2015. “Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2013.” Jurnal Kesehatan Andalas 4(2):453–61.

Febriana, Sabela Fitria, and Vivi L. Amelia. 2020. “Hubungan Antara Sanitasi Dan Perilaku Pemberian Makan Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Kedung Banteng.” Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 5(1):116–21.

Febrianti, Arly. 2019. “Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Pengetahuan Ibu Tentang Lingkungan Sehat Dan Diare Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Pembina Palembang.” Journal Of Midwifery And Nursing 1(3):18– 23.

Ferllando, Herry Tomy, and Supriyono Asfawi. 2015. “Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Dan Personal Hygiene Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang.” Visikes Jurnal Kesehatan 14(2):131–38.

Ginting, Tarianna, and Siti Hastia. 2019. “Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Personal Hygiene Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Sidorejo Puskemas Sering.” Jurnal Prima Medika Sains 1(1):11–16.

Hartati, Susi, and Nurazila. 2018. “Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru.” Jurnal Endurance 3(2):400– 407.

Irawan. 2017. Epidemiologi Penyakit Menular. Yogyakarta: CV Absolute Media.

Irianty, Hilda, Ridha Hayati, and Yeni Riza. 2018. “Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Dengan Kejadian Diare Pada Balita.” PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat 8(1):1–10. Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta.

Kusumaningrum, Arie, Hepriani, and Nurhalimah. 2011. “Pengaruh PHBS Tatanan Rumah Tangga Terhadap Diare Balita Di Kelurahan Gandus Palembang.” Pp. 132–38 in Seminar Nasional Keperawatan I Universitas Riau Peningkatan Kualitas Penelitian Keperawatan melalui “Multicentre Research”eminar Nasional Keperawatan I Universitas Riau Peningkatan Kualitas Penelitian Keperawatan melalui “Multicentre Research.” Pekanbaru.

Langit, Lintang Sekar. 2016. “Hubungan Kondisi Sanitasi Dasar Rumah Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rembang 2.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM e-Journal) 4(2):160–65.

Mokodompit, A., A. Ismanto, and F. Onibala. 2015. “Hubungan Tindakan Personal Hygiene Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu.” E-Jurnal Keperawatan 3(2):1–7.

Nurpauji, Siiti Vitria, Nurjazuli, and Yusniar. 2015. “Hubungan Jenis Sumber Air, Kualitas Bakteriologis Air, Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lamper Tengah Semarang.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e- Journal) 3(1):569–78.

Prabowo, Eko, and Lina Agustina Puspitasari. 2017. “Faktor Pemicu Kejadian Diare Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017.” Jurnal AgriTechno 1(1):424–36.

Proverawati, and E. Rahmawati. 2012. Perilakuhidupbersih Dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: NuhaMedika.

Putra, Andrean Dikky Pradhana, Mursyid Rahardjo, and Tri Joko. 2017. “Hubungan Sanitasi Dasar Dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e- Journal) 5(1):422–29.

Radhika, Aulia. 2020. “Hubungan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Rw Xi Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.” Medical Technology and Public Health Journal 4(1):16–24.

Rohmah, Nikmatur. 2016. “Hubungan Antara ASI Eksklusif, Kebiasaan Cuci Tangan, Penggunaan AIr Bersih Dan Jamban Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita.” Universitas Airlangga.

Rohmah, Nikmatur, and Fariani Syahrul. 2017. “Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan Dan Penggunaan Jamban Sehat Dengan Kejadian Diare Balita.” Jurnal Berkala Epidemiologi 5(1):95–106.

Safira, Sarah, Nurmanini, and Surya Dharma. 2016. “Hubungan Kepadatan Lalat,Personal Higiene Dan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Balitadi Lingkungan Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marela Kota Medan Tahun 2015.” Jurnal Lingkungan Dan KeselamatanKerja 4(3):1– 10.

Saputri, Nurwinda, and Yuni Puji Astuti. 2019. “Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bernung.” Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan 10(1):101–10.

Sengkey, Aprilia, Woodford B. S. Joseph, and Finny Warouw. 2020. “Hubungan Antara Ketersediaan Jamban Keluarga Dan Sistem Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 24- 59 Bulan Di Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan.” Jurnal Kesmas 9(1):182– 88.

Siregar, Widyana, Indra Chahaya, and Evi Naria. 2016. “Hubungan Sanitasi Lingkungandn Personal Hygine Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di LingkungannPintu Angin Kelurahan Sibolga Hilir Kecamatan Sibolga Utara Kora Sibulga Tahun 2016.” 2(111):1– 9.

Soamole, Sudirman. 2018. “Analisis Hubungan Antara Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Di Puskesmas Siko Kota Ternate Tahun 2017.” Jurnal Hibualamo 2(1):26– 37.

WHO. 2013. “Diarrhoeal Disease.” Retrieved June 27, 2020

(http://www.who.int/mediacentre/factsheets /fs330/en/).

Wahyudi, W., Hsb, H. L. P., Hasanan, N., & Sitorus, R. A. H. (2022). Studi Literatur: Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Sebagai Herbal Indonesia Dengan Berbagai Kandungan Dan Efektivitas Farmakologi. Jurnal Farmanesia, 9(1), 22-27.

Widiastuti, Tri Asih, Asep Tata Gunawan, and Yulianto. 2017. “Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Tahun 2016.” Buletin Keslingmas 36(4):470–77.

Zulfiarini, Febriana Maya. 2020. “Hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Stbm ) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang.” Universitas Ngudi Waluyo

Downloads

Published

2026-01-15