HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA

Authors

  • Maulina Maulina Jurusan Terapan Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Aceh Author
  • Jasmiati Jasmiati Jurusan Terapan Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Aceh Author
  • Nurlaili Ramli Jurusan Terapan Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Aceh Author

Keywords:

Complementary feeding, Stunting, Toddlers

Abstract

The importance of complementary feeding to prevent stunting is because complementary feeding is an important step in a child's development after six months of age. Choosing the right type of food during this period can have a major impact on a child's growth and development. Data from Aceh Province in 2022 shows that 321,709 toddlers were weighed and measured, with 29,819 toddlers (9.3%) suffering from stunting. The highest number of stunted toddlers was found in Aceh Besar District, with 4,974 cases (17.5%). In North Aceh District, 35,992 toddlers were weighed and measured, with 2,735 toddlers (7.5%) suffering from stunting. This study is a quantitative study using a cross-sectional study. The frequency distribution results for complementary feeding showed that the majority were in the inappropriate category, with 38 people (62.3%), while the majority of stunting cases were in the non-stunting category, with 41 people (67.2%). The chi-square test yielded a p-value of 0.002 < (α) = 0.05, indicating a significant association between complementary feeding and stunting among infants at the Dewantara Health Center in North Aceh District in 2025. There is an association between complementary feeding and stunting among infants

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achjar, K. A. H., Anwar, T., & Razi, H. F. (Eds.). (2024). Stunting. PT Green Pustaka Indonesia.

https://www.google.co.id/books/edition/Stunting/CFUdEQAAQBAJ

Akbar, I., & Huriah, T. (2022). Modul pencegahan stunting (hlm. 1–32).

Andriansyah, D. Y. (2025). Hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi balita (Skripsi).

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Kebijakan dan strategi percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Budiarto, E. (2002). Biostatistika untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat. EGC.

Dwinanda Junaedi, K. (2024). Peringatan Hari Gizi Nasional ke-64: Pentingnya MP-ASI kaya protein hewani dalam mencegah stunting.

https://unusa.ac.id/2024/03/10/peringatan-hari-gizi-nasional-ke-64-pentingnya-mp-asi-kaya-protein-hewani-dalam-mencegah-stunting

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pemberian MP-ASI. Direktorat Gizi Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir di era adaptasi kebiasaan baru.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI).

Kemenkes BKPK. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI): Data akurat kebijakan tepat.

Liana, D. A., Handayani, H., Sholihat, N., & Muttaqin, Z. (2025). Hubungan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 12–24 bulan. SENAL: Student Health Journal, 1(3), 95–100.

https://doi.org/10.35568/senal.v1i3.5198

Matahari, R., Putri, T. A., Sulistiyawan, D., & Marthasari, V. (2023). MP-ASI: Makanan pendamping ASI. K-Media.

Provinsi Aceh, Dinas Kesehatan. (2023). Profil kesehatan Aceh 2023.

Putri, R., & Sari, M. (2023). Hubungan pemberian MP-ASI dengan stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 11(1), 45–52.

Sangadji, J. D. A. (2024). Hubungan antara praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak (Skripsi).

SJMJ, S. A. S., Toban, R. C., & Madi, M. A. (2020). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 448–455.

https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.314

Sudirman, N. A. (2022). Hubungan ASI eksklusif dan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan (Skripsi). UIN Alauddin Makassar.

Suprihatin, R., Mediawati, M., & Indriani, I. (2023). Hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini dengan kejadian stunting pada balita usia 1–5 tahun. Jurnal Akper, 7(2).

https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/21401

Tarmizi. (2024). Peringatan HAN 2024 jadi momentum lindungi anak dari stunting dan polio.

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20240723/4346087

World Health Organization. (2024). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief.

https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-14.3

Downloads

Published

2026-01-16