ANALISIS POTENSI DESA DAN TANTANGAN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN DESA WOLWAL SELATAN

Authors

  • Maria Delia B. Tukan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tribuana Kalabahi Author
  • Intan Permatasari Lema Madde Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tribuana Kalabahi Author
  • Musa Famau Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tribuana Kalabahi Author
  • Petrus Mau Tellu Dony Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tribuana Kalabahi Author

Keywords:

Village Potential, Village Problems, Village Development

Abstract

Wolwal Selatan Village is one of the villages that has prominent advantages in terms of natural and social resources. However, this village still faces several development challenges, such as a poverty rate affecting more than one hundred households, low educational quality, limited infrastructure, environmental degradation, and the risk of natural disasters. This study aims to analyze the village’s potentials and problems as a guideline for formulating future village development recommendations. The research method used in this study is qualitative descriptive. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that although the community of Wolwal Selatan Village faces various challenges, the values of togetherness and mutual cooperation remain the main strengths supporting village development efforts. Natural beauty, local wisdom, and community productivity continue to serve as a strong foundation for developing the village to become more advanced and competitive. With proper management, these challenges can be transformed into opportunities to improve community welfare and optimize the village’s untapped potentials.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Becker, G. S. (1964). Modal manusia: Analisis teoretis dan empiris dengan penekanan khusus pada pendidikan. New York: Columbia University Press.

Blakely, E. J., & Leigh, N. G. (2010). Perencanaan pembangunan ekonomi lokal: Teori dan praktik (Edisi ke-4). Thousand Oaks: Sage Publications.

Chambers, R. (1995). Pembangunan pedesaan: Mengutamakan kelompok yang terpinggirkan. London: Longman.

Chambers, R., & Conway, G. (1992). Penghidupan pedesaan berkelanjutan: Konsep praktis untuk abad ke-21. Brighton: Institute of Development Studies.

Conyers, D. (1991). Pengantar perencanaan sosial di negara berkembang. Chichester: John Wiley & Sons.

Dony, P. M. T. (2023). Sejarah Pemerintahan Desa Mataru Selatan Kecamatan Mataru Kabupaten Alor. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/afada/article/view/1150

Ellis, F. (2000). Penghidupan pedesaan dan keberagaman di negara berkembang. Oxford: Oxford University Press.

Eko, S. (2014). Desa membangun Indonesia. Yogyakarta: Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).

Geertz, C. (1963). Pedagang kecil dan bangsawan: Perubahan sosial dan modernisasi ekonomi di dua kota di Indonesia. Chicago: University of Chicago Press.

Giddens, A. (1991). Modernitas dan identitas diri: Diri dan masyarakat dalam era modern akhir. Stanford: Stanford University Press.

Grigg, N. S. (1988). Rekayasa dan manajemen infrastruktur. New York: John Wiley & Sons.

Hardin, G. (1968). Tragedi kepemilikan bersama. Science, 162(3859), 1243–1248.

Howkins, J. (2001). Ekonomi kreatif: Bagaimana orang menghasilkan uang dari ide. London: Penguin Books.

Karsidi, R. (2011). Pemberdayaan masyarakat desa. Surakarta: UNS Press.

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Jakarta: Kompas.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lewis, W. A. (1954). Pembangunan ekonomi dengan persediaan tenaga kerja tak terbatas. The Manchester School, 22(2), 139–191.

Luthfia, A. R. (2013). Pembangunan desa sebagai kunci pembangunan nasional. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 17(1), 1–10.

Mosher, A. T. (1991). Menggerakkan dan membangun pertanian. Jakarta: UI Press.

Mubyarto. (1998). Pembangunan ekonomi pedesaan. Yogyakarta: BPFE.

Putnam, R. D. (1993). Membuat demokrasi bekerja: Tradisi kewargaan di Italia modern. Princeton: Princeton University Press.

Sajogyo. (1994). Kemiskinan dan kebutuhan minimum. Jakarta: LIPI Press.

Schultz, T. W. (1961). Investasi dalam modal manusia. The American Economic Review, 51(1), 1–17.

Soekartawi. (2005). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soemarwoto, O. (2004). Ekologi, lingkungan hidup dan pembangunan. Jakarta: Djambatan.

Soetomo. (2012). Pembangunan masyarakat: Merangkai sebuah kerangka. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sulaiman, A., et al. (2016). Desa sebagai kunci pembangunan nasional. Jurnal Pembangunan Wilayah, 12(2), 45–58.

Tambunan, T. (2012). Usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Pembangunan ekonomi (Edisi ke-11). Boston: Pearson Education.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Pembangunan ekonomi (Edisi ke-12). Boston: Pearson Education.

UNDP. (1990). Laporan pembangunan manusia 1990. New York: Oxford University Press.

UNDP. (2010). Laporan pembangunan manusia 2010. New York: United Nations Development Programme

WCED. (1987). Masa depan bersama kita. Oxford: Oxford University Press.

White, B. (2012). Pertanian dan persoalan generasi: Pemuda pedesaan, ketenagakerjaan, dan masa depan pertanian. IDS Bulletin, 43(6), 9–19.

Maria Delia B. Tukan, Intan Permatasari Lema Madde, Musa Famau, Petrus Mau Tellu Dony (2026) Analisis Potensi Desa Dan Tantangan Dalam Meningkatkan Perkembangan Dan Pembangunan Desa Wolwal Selatan

Downloads

Published

2026-02-16